Sejarah dan Perkembangan Industri Hotel di Indonesia

July 5th, 2011 by hargahotelindonesia | Posted under Harga Hotel.

Seiring dengan tumbuhnya dunia pariwisata Indonesia, sejarah Hotel di Indonesia pun turut andil menyukseskannya. Keberadaan hotel-hotel di Indonesia, tentu saja sangat dibutuhkan dalam industri pariwisata dan perhotelan, mengingat tanpa akomodasi yang memadai, mustahil turis mau berkunjung. Berbicara soal kondisi hotel di tanah air, bagaimana sih sebenarnya sejarah perkembangan Hotel Indonesia itu sendiri ?

Hingga sekarang, belum terungkap dengan jelas, bagaimana sebenarnya sejarah perkembangan hotel di Indonesia. Tak ada literatur yang membahas secara khusus dan detil mengenai masalah ini. Asal muasal dunia pariwisata di Indonesia mulai dikenal saat Belanda menjajah Indonesia. Ketika itu, dibangunlah beberapa hotel di berbagai daerah. Misalnya, Hotel Der Nederlanden, Hotel Royal, Hotel Des Indes dan Hotel Rijswijk (Jakarta), Slier Hotel (Solo), Palace Hotel (Malang), atau Grand Hotel (Jogjakarta).

Industri pariwisata Indonesia makin menanjak saat kepariwisataan di Bali mulai mendapatkan perhatian serius. Pada tahun 1963, dibangunlah Hotel Bali Beach, kemudian menyusul diresmikannya Pelabuhan Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan internasional, tiga tahun berselang. Pada perkembangannya baru-baru ini, Bali makin dijejali turis-turis asing yang gampang dijumpai di berbagai tempat, hingga di pelosok desa terpencil sekali pun.

Tak berbeda jauh dengan Bali, kehidupan pariwisata di daerah lain pun turut bangkit. Seperti di Malang, Jawa Timur, yang mempunyai beberapa objek wisata potensial. Yang paling mencuat dan didatangi pengunjung adalah kawasan Batu, dengan kontur daerah yang berbukit, perkebunan apel dan Selekta, sebuah objek wisata yang berhasil mengembangkan tulip, sehingga suasananya mirip dengan Belanda.

Kota berhawa sejuk yang berjarak 90 km di sebelah selatan Kota Surabaya ini, mulai tumbuh dan membenahi berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung. Seolah ingin melestarikan peninggalan bersejarah, pemerintah Kota Malang tetap mempertahankan berbagai hotel yang dibangun pada jaman kolonial Belanda. Sebagai contoh, Hotel Pelangi, yang tergolong salah satu hotel tertua di kota berjuluk Kota Pelajar itu. Hingga sekarang, hotel yang berlokasi di bilangan Jalan Merdeka ini, tetap menjadi hotel yang layak huni bagi pelancong dan malah memberikan sebuah keindahan tentang kenangan masa lampau lewat foto-foto “jadul” yang dipajang di dinding hotel.

Sementara, keadaan perhotelan di Bandung, juga tidak kalah semarak. Perkembangan beragam usaha, mulai dari distro, kuliner, kafe, home industry, dan factory outlet (FO), membuat Kota Kembang ini diserbu pengunjung. Khususnya di akhir pekan/libur, pengunjung yang datang ke Bandung begitu membludak. Sebagai imbasnya, bisnis hotel di Bandung ikut terdongkrak.  Berbagai kelas hotel, dari kelas melati hingga berbintang, dari harga yang murah hingga harga yang mahal, dapat ditemui dengan mudah di dekat pusat keramaian atau di seputar obyek wisata.

Salah satu hotel di Bandung yang cukup populer adalah Hotel Cihampelas 2. Penginapan ini berada di kawasan pusat perbelanjaan, tepatnya di Jalan Cihampelas. Sepanjang sisi hotel, dijejali dengan factory outlet (FO) dan berbagai tempat bersantai. Antara lain, Ciwalk atau pusat jajanan khas Bandung yang super enak. Apabila menginginkan tempat menginap yang murah tapi berpelayanan bagus, terdapat pilihan menginap di Hotel Achino. Hotel dengan room rates mulai Rp110.000 ini, berada di dekat pintu tol Muhammad Toha, Kampus Langlang Buana, berbagai warung makanan khas daerah dan pasar tradisional Ancol. Dijamin usai menikmati kesejukan hawa Bandung dan puas tur ke berbagai factory outlet (FO), Anda dapat beristirahat dengan nyaman di hotel.

Nah, siapa bilang berwisata di Indonesia itu harus bersusah payah karena tak dapat tempat menginap? Yang jelas, Hotel di Indonesia itu beragam dan sangat banyak di setiap daerah.

Did you like this? Share it:

Tags: , , , , , , , , , ,

Comments are closed.